Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus secara resmi menyurati Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kewaspadaan Indonesia dalam menghadapi pandemi virus COVID-19 dengan meningkatkan status sebagai darurat nasional.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Dirjen WHO dan ditujukan pada Presiden Jokowi tertanggal 10 Maret 2020 tersebut WHO merekomendasikan beberapa langkah mendesak yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam upayanya menahan laju dan mengendalikan penyebaran virus.

Menindak lanjuti hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengambil langkah untuk meliburkan sekolah dan kegiatan belajar mengajar secara nasional selama 14 hari mulai Senin (16/3/2020). Kementerian juga minta siswa tidak banyak berinteraksi dengan banyak orang.

Kemendikbud juga meminta agar orang tua tidak membawa anaknya ke luar kota atau pulang kampung. Siswa dapat belajar melalui pembelajaran dalam jaringan (daring) yang disiapkan Kemendikbud seperti laman Rumah Belajar.

Laman Rumah Belajar dapat diakses di belajar.kemdikbud.go.id. Beberapa fitur unggulan yang dapat diakses oleh peserta didik dan guru di antaranya sumber belajar, kelas digital, laboratorium maya, dan bank soal.

Rumah Belajar dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas/kejuruan (SMA/SMK) sederajat.

Selain itu, sejumlah aplikasi pembelajaran daring juga membuka akses gratis bagi siswa yang ingin melakukan pembelajaran dari rumah seperti Quipper, Zenius, Ruang Guru, dan lainnya.

Sejumlah daerah meliburkan sekolahnya selama 14 hari ke depan. Namun sampai berita ini diturunkan, belum ada perintah resmi untuk meliburkan segala kegiatan termasuk sekolah dari Pemerintah Daerah Lampung.

Sudah semestinya Pemerintah mengambil tindakan cepat guna mencegah wabah corona ini menyebar luas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here