14/03/2020

Video menerbangkan Pesawat Aeromodeling

Hobi bisa memunculkan kreativitas. Berawal dari kesenangan terhadap dunia pesawat, Mas Yohan dan Bang Jo malah ketagihan menekuni dunia ini. Bahkan keduanya kini mampu membuat pesawat Aeromodeling. Pesanan pun  mengalir dari berbagai daerah. 

Foto seting pesawat aeromodeling

Bahkan sejak kecil, pemuda yang akrab disapa Yon, ini selalu mengamati dan mencatat jadwal penerbangan pesawat yang dilakukan para komunitas Aeromodeling di wilayah Lampung. 

“Ini berawal dari hobi. Jadi dulu saya suka melihat pesawat terbang di bandara. Saya terheran-heran, mengapa pesawat sebesar itu bisa terbang,” kata pemuda kelahiran 03 Juni 1980 ini.

Terbangnya pesawat membuat rasa penasaran Mas Yohan terus membuncah. Berbagai informasi mengenai pesawat dia cari. Hingga akhirnya ketemu buku pelajaran sekolah prakarya di perpustakaan sekolah. Dari buku itu, Yahon mulai sedikit terpuaskan rasa dahaga penasaran dia mengenai pesawat. 

Di buku itu, Mas Yohan dapat mempelajari dasar-dasar pembuatan pesawat secara sederhana. Yohan lalu meminta buku itu dan sampai sekarang masih menyimpannya dengan baik. “Saya juga browsing-browsing dari internet. Kalau dulu masih di warnet. Informasi dari warnet saya burning ke dalam CD lalu saya pelajari di rumah,”. Karena memang saat itu, teknologi HP belum secanggih sekarang. 

Tak hanya mempelajari tentang seluk beluk pesawat, dia juga mulai membuat  miniatur pesawat dari stereofoam. Saking banyaknya pesawat yang dia buat, rumah yang ditempati bersama neneknya itu hampir penuh. Dia pun harus rela membakar sebagian pesawat itu agar masih bisa beraktivitas di rumah. 

Tak puas hanya membuat pesawat dari stereofoam, Mas Yohan membuat pesawat yang benar-benar bisa terbang. Namun sayang, hasil karya perdananya itu belum bisa terbang.  “Saya sempat frustasi. Karena yang saya buat juga banyak tapi tidak berhasil. Saya berpikir, namanya orang sukses itu pasti harus gagal. Kalau tidak pernah gagal, maka tidak dapat ilmu berarti,” ujarnya. 

Foto pesawat dari bahan sterofom

Kegagalan itu ternyata jadi motivasi bagi Yohan.  Dia mendapat dukungan dari teman-temannya serta komunitas aeromodeling. Akhirnya, kesalahan-kesalahan bisa diketahui dan diperbaiki. Hingga akhirnya saat ini dia bisa membuat pesawat aeromodeling.

Untuk membuatnya, Mas Yohan dibantu rekannya Bang Jo menggunakan stereofoam, kayu lapis dan busa. Sebagian bahan-bahan itu pun merupakan barang bekas. Namun ada juga barang yang dibeli pabrikan, khususnya untuk elektroniknya. “Yang bisa buat sendiri, kita buat sendiri,” ujar pria yang pernah kuliah hingga semester IV ini.

Sedangkan model pesawat yang dibuatnya yakni jenisnya aerobatik, trainer dan jet. Pemasarannya, melalui media sosial. Dia memposting karyanya tersebut di media sosial. “Kita posting di sosial media, menunjukkan hasil karya kita berdua.

Soal harga, dia patok Rp 600 ribu jika hanya pesawatnya saja. Sedangkan jika komplit berikut remote control, harganya berkisar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta. Pesawat yang dibuatnya, rata-rata memiliki bentang sayap 120 centimeter. Namun, belum lama ini dia juga membuat pesawat Hercules dengan bentang sayap 3 meter. Kini dia sedang mempersiapkan projek untuk membuat pesawat Airbus dengan bentang sayap 4 meter.

Atas kecintaannya pada dunia kedirgantaraan ini, Mas Yohan juga telah berhasil menyabet sejumlah juara dalam lomba bidang aeromodeling. Selain itu, kini dia telah menghasilkan pundi-pundi uang yang menjadi lahan usahanya. 

“Saya menerbangkan (Pesawat Aeromodeling) itu hobi, setelah diterbangkan dibeli itu kan sudah kenikmatan tersendiri. Hobi kita tersalurkan, habis itu diambil orang, kita dibayar. Jadi kita juga senang,” kata Yohan.

Dia membuat pesawat remote control (RC) bersama rekannya, bang Jo, yang sama-sama penyuka pesawat terbang. Hanya saja, Bang Jo, warga Lampung Timur, Dia berharap hasil karyanya ini dapat mendunia dan banyak diminati pehobi pesawat RC di Indonesia,”harap Mas Yohan.

Phone number 085366697272

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here