13/03/2020

Hidroponik-Adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Sistem tanam hidroponik inilah yang sedang diterapkan oleh beberapa staff karyawan RSUD Jend. A. Yani Kota Metro untuk memanfaatkan lahan yang tidak terlalu luas. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.


Salah satu contoh Tanaman Hidroponik yang Dikembangkan di area lahan RSUD Jend. A. Yani Metro Telah Membuahkan Hasil. Memberikan Edukasi dan Contoh kepada Masyarakat Bagaimana Memanfaatkan Lahan yang Kecil, Selain untuk Penghijauan juga Dapat Bernilai Ekonomis. Direktur RSUD Jend. A. Yani yang Melakukan Panen Perdana Kangkung Hidroponik.

Tanaman kangkung hidroponik

Untuk ukuran wadah larutan dapat berbeda tergantung pada penggunaan dan ukuran tanaman. Dalam skala kecil (skala rumah tangga maupun hobby berskala kecil), hidroponik dapat dibuat dengan wadah yang biasanya dipakai di dalam rumah seperti gelas, toples, ember, ataupun bak air.

Contoh tanaman hidroponik menggunakan media paralon

Salah satu staff/karyawan RSUD Jend. A. Yani Kota Metro mengatakan, untuk media tanam bisa menggunakan Wadah bening dapat di bungkus dengan Aluminium foil, plastik, cat, atau material lain yang menolak cahaya (membuat cahaya tidak bisa masuk) agar tidak tumbuh lumut,” ucapnya.

Penutup wadah air dilubangi dan diisi tanaman, disitu dapat diisi satu atau beberapa netpot tanaman untuk setiap wadah air. Dalam teknik sumbu sendiri setiap net pot diisi media tanam dan potongan kain yang menjulur ke bawah yang berfungsi menyerap larutan ke akar tanaman melalui pipa-pipa kapiler pada kain. Sedangkan dalam teknik apung dapat menggunakan lembaran gabus yang dilubangi dan disisi pot-pot kecil yang diisi (media tanam) untuk tanaman yang akarnya tercelup langsung pada wadah air.

Agar larutan nutrien dapat bersirkulasi secara merata, maka perlu diberi oksigen dengan mesin penggelembung udara atau disebut aerator (aerator kecil bisa didapat di toko ikan) ataupun dengan penggunakan pompa air yang biasa dipakai di aquarium. dalam skala komersial dapat menggunakan pompa bertenaga medium (yang biasa dipakai untuk pancuran kolam dan taman).

Dengan pengembangan tanaman Hidroponik oleh segenap staff karyawan RSUD Jend. A. Yani Kota Metro bisa menginspirasi untuk memberdayakan lahan yang sempit menjadi bermanfaat.

Contoh tanaman hidroponik menggunakan media botol plastik

Manfaat serta keuntungan :

  • Tidak membutuhkan tanah
  • Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya dijadikan akuarium
  • Pengendalian nutrisi lebih sederhana sehingga nutrisi dapat diberikan secara lebih efektif dan efisien
  • Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan
  • Memberikan hasil yang lebih banyak
  • Mudah dalam memanen hasil
  • Steril dan bersih
  • Media tanam dapat digunakan berulang kali
  • Bebas dari tumbuhan pengganggu/gulma
  • Tanaman tumbuh lebih cepat

    Para Staff/karyawan RSUD Jend. A. Yani Kota Metro berharap dengan dikembangkannya sistem tanam hidroponik ini bisa dijadikan edukasi atau contoh bahi masyarakat yang ingin mencoba memanfaatkan lahan yang sempit,”harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here