(08/03/2020)

Payungi selain menjadi ruang kreatif, ia juga hadir dengan menyuguhkan kuliner tradisional Jawa dan jajanan pasar seperti pecel, gethuk, gudeg, ikan bakar, dan dawet bisa langsung ke sini aja, Atau mau manjain anak, bisa juga belajar menggambar dan menulis.

Foto anak menggambar/mewarnai
Foto anak bermain flying fox


Nusantara terlahir dengan keragaman, baik suku, budaya, bahasa, aksara, dan agama. Keragaman ini yang hingga saat ini tertanam dalam sanubari setiap warga lokal.

Gethuk, tiwul, klepon, dan gudhek merupakan salah satu keragaman kuliner yang ada di sini. Kuliner ini punya rasa khas di lidah warga lokal dan membuat warga luar terkesan.

Selain itu, permainan engrang dan engklak juga menjadi warisan budaya lokal yang masih melekat. Mereka tumbuh dan dimainkan oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Pasar Yosomulyo Pelangi mengemas keragaman lokal tersebut dalam satu ruang warga. Ruang yang terbuka untuk siapa pun yang ingin menikmati kekayaan Nusantara dalam satu dimensi.

Buka setiap Minggu, jam 6 pagi – 11 siang. Pasar Yosomulyo Pelangi yang disebut juga dengan (Payungi) beralamatkan di Jl. Kedondong, RW 7 Yosomulyo, Metro Pusat, Lampung.

Narti” salah satu warga dekat payungi mengatakan, Sebagai pasar dan wisata warga, Payungi hadir untuk warga. Jajanan tradisional menjadi kuliner unggulan di pasar ini. Mau tahu apa saja jajanan tradisional di pasar ini? Yuk ke Payungi,”ucapnya.

Foto aneka kuliner

Narti sebagai pengunjung menjelaskan, Selain itu kamu juga bisa nikmati wahana wisata seperti Spot Selfie, Flying Fox, Panahan, Melukis, Memancing Ikan, dan Bermain bersama Kelinci,Lebah Tigona,”jelasnya.

Payungi, sebagai pasar dan wisata warga yang ramah bagi para pengunujung, terus berbenah. Selain giat menambah wahana wisata yang ada, Payungi tidak pernah luput untuk selalu memberikan pelayanan dan fasilitas yang baik bagi mereka. Salah satu yang sedang digarap oleh para pengelola Payungi, yaitu menyediakan fasilitas untuk para difabel. Hal ini dimulai dengan menyediaan akses jalan untuk para difabel sehingga mereka dapat dengan leluasa menikmati keunikan dan aneka ragam wisata yang ada di Payungi,”ujar pengelola.

Para pengelola berharap Kedepan, Payungi juga ingin menyediakan fasilitas seperti kursi roda, tongkat, toilet ramah difabel, area merokok, dan tour guide untuk memudahkan para pengunjung,”harapnya.


Fb @Gallery Payungi Metro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here