Lampung, Pemerintah melalui Menko Polhukam Mahfudz Md membantah tuduhan masyarakat mengenai penyebaran Virus Corona di Indonesia Sabtu (29/02), Mahfud menjelaskan bahwa Indonesia sampai saat ini masih nol ataupun nihil laporan mengenai penyebaran COVID-2019 tersebut.

Dilansir melalui Detik, etika ditemui awak media di acara Dialog Kebangsaan dan Launching Buku ‘Ulama dan Negara-Bangsa’ di gedung Prof Sunarjo UIN Yogya, Sabtu (29/2), Mahfud menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tidak pernah menutup-nutupi fakta erkait penyebaran Corona seperti apa yang dituduhkan netizen Indonesia kepada pemerintah pusat.

“Nggak ada (yang menyembunyikan), siapa yang bilang. Media sosial itu ndak bisa dipercaya,” tegas salah satu Profesor Hukum Tata Negara tersebut kepada media.

“Sekarang Indonesia menjadi salah satu negara yang masih nol (Corona). Coba kalau ada di mana itu virus Corona, itu kan cuma orang mau bikin isu. Sampai hari ini (tidak ada Corona). Saya tidak tahu kalau sampai besok tapi sampai hari ini tidak,” tegasnya.

Dalam sebuah artikel Jawa Pos yang membahas sebuah Fakta bahwa Virus Corona akan mati apabila terpapar suhu panas tinggi, fakta ini menimbulkan sebuah teori yang menjelaskan bahwa Iklim tropis Indonesia yng cukup tinggi mampu menghambat perkembang biakan virus mematikan tersebut secara langsung sehingga Indonesia sampai saati ini masih nol kasus terkait penyebaran Virus Corona.

Jawa Pos

Namun teori liar tersebut segera disangkal oleh Pakar Virus Lembaga Eijkman Herawati Sudoyo di Upnormal Wahid Hasyim, Herawati menjelaskan bahwa iklim tropis tidak menjamin sebuah negara bebas dari penyakit virus corona. Faktanya malaysia sebagai negara tetangga yang beriklim kurang lebih sama dengan Indonesia pun tidak mampu terhindar dari pemaparan virus tersebut.

Istimewa

Virus memang lemah terhadap suhu yang panas. Namun, suhu panas yang dimaksud harus benar-benar tinggi.

“Sampai sekarang belum ada penelitian mengenai peran dari suhu terhadap mati atau hidupnya virus korona,” kata Pakar Virus Lembaga Eijkman Herawati Sudoyo di Upnormal Wahid Hasyim, Jakarta, Minggu (1/3).

Ia menjelaskan bahwa suhu tropis yang ada di Indonesia kurang untuk membunuh virus korona. Sebab, panas di Indonesia hanya berkisar diangka 30 derajat saja, sedangkan yang dibutuhkan di atas 56 derajat celcius.

“Kalau kita panasin dia dalam suhu 56 derajat, dia (virus korona) akan mati dalam waktu 30 menit, tapi kan enggak 56 derajat lingkungan kita,” kata dia.

Menurutnya, suhu belum bisa dipastikan dapat mengurangi kekuatan sebuah virus. Pasalnya, pengertian tersebut masih hanya sebatas teori.

“Jadi itu sangat spekulatif yang bilang bahwa temperatu akan mengurangi. Itu adalah teori yang memang kita anut bahwa dalam musim dingin respon imun tubuh menurun sehingga kita mudah sekali terjangkit,” tutupnya.

Detik

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun menegaskan bahwa tidak ada jaminan Indonesia terbebas Corona, “Virus ini masih berkembang, kita tidak bisa menjamin tidak ada corona di suatu negara, memang perlu penelitian lebih lanjut,Peluangnya memang besar tapi kenapa belum masuk Indonesia nanti masih perlu penelitian lanjutan.”  ungkap Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Mohamad Adib Khumaidi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here