26/02/2020
Lampung Timur- Petani singkong di Kabupaten Lampung Timur mengeluh. Pasalnya, harga singkong hasil ladang mereka hanya dihargai  Rp1.080/Kg. Salah satu petani singkong, Sukisno mengatakan, sekarang harga singkong kembali anjlok. Padahal beberapa waktu yang lewat harga singkong mencapai Rp1.600/kg. Penurunan harga ini sangat jauh dari harga sebelumnya.

Foto petani memanen singkong

Walaupun harga turun, kami tak ada pilihan lain untuk harus tetap memanen meskipun harga sedang jatuh, sebab kalau tidak dipanen usia singkong akan semakin bertambah menyebabkan kualitasnya menjadi kurang baik ditambah pula ladang menjadi terlambat diolah kembali,” ujarnya.

Selain harga turun, potongan tonase timbangan juga naik, sebelumnya hanya 25 %, ini menjadi 35 %. Para pengusaha pabrik singkong yang ada sering mempermainkan harga dan potongan timbangan.

Salah satu contoh cara mereka mempermainkan harga adalah harga singkong pada hari ini sekitar Rp.1000 per/ Kg setelah dua atau tiga hari harga itu turun lagi dan penurunan harga itu bisa sampai beberapa kali penurunan,” ucap Sukisno.

Foto panen singkong

Sukisno selaku warga yang bertani singkong berharap kepada pemerintah daerah Lamtim agar dapat melakukan koordinasi kepada para pengusaha untuk menjaga kestabilan harga. Mengingat masyarakat Lamtim kebanyakan berpenghasilan dari kebun dan ladang singkong.

Jangan sampai terjadi lagi seperti tahun 2016 lalu, masyarakat petani sampai melakukan aksi unjuk rasa karena anjloknya harga singkong. Kita berharap agar pemerintah untuk dapat memanggil para pengusaha yang ada di Lampung Timur ini, agar dapat mencari solusi bagai mana cara untuk menjaga kestabilan harga singkong tersebut,” harapnya. (Sukisno)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here