Seiring dengan munculnya pasar modern juga pusat perbelanjaan modern seharus nya pasar tradisional juga ikut berbenah. Jika tidak mau berubah, bisa-bisa pasar tradisional tinggal cerita.

Pemerintahan Kota Metro nampaknya semakin bingung untuk mengatasi hal ini, dimana salah satu jalan umum dan trotoar di pusat perbelanjaan sudah menjadi alih fungsi menjadi pasar tradisional.



Beberapa kali upaya Pemerintah untuk memindahkan para pedagang ketempat yang sudah di bangun seperti Mega Mall, Pasar 24 dan pasar Cendrawasi, namun tetap saja para pedagang kembali lagi ketempat itu.

Selain diatur dalam peraturan daerah setempat, pemanfaatan trotoar sebagai tempat berjualan/berdagang juga diperkenankan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2014 Tahun 2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan sepanjang atas dasar pertimbangan pemanfaatan fungsi sosial dan ekologis.

Meski didukung oleh peraturan atau kebijakan pemerintah yang ada, ada pula dasar hukum lain yang memberikan sanksi pada penggunaan jalan di luar fungsi jalan atau trotoar.



Walau sering lapak mereka di bongkar paksa oleh (POL PP) Polisi Pamong Praja, mereka tetap saja membangunya kembali dan berjualan lagi di jalan tersebut.
Sampai sejauh ini belum ada tempat yang pas untuk berdagang, karna di sinilah masyarakat Kota Metro lebih dekat untuk berbelanja ujar,”Bu Sum, salah satu pedagang buah dan sayur.



Harus adanya kerja sama yang baik antara pedagang dan pemerintah untuk duduk bersama mencari solusinya, masyarakat membutuhkan pasar begitu sebaliknya, pedagang nyaman pembelipun ikut nyaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here