Kopi merupakan salah satu minuman populer di Indonesia sejak dulu, Mulai dari kelas bawah hingga kelas atas, mereka semua menyukai kopi, Karena kepopulerannya, kini banyak pengusaha Indonesia memulai bisnis kopi, dari kedai kopi tradisional hingga kafe-kafe modern.

Bisnis kedai kopi atau coffee shop adalah peluang besar dan menjanjikan, Namun itu semua tergantung bagaimana cara Anda mengelola dan mengembangkannya.


Untuk menghindari persaingan bisnis kopi, Anda harus membuat konsep yang kuat, Selain untuk membedakan bisnis Anda dengan bisnis kopi lainnya, konsep bisnis juga dapat membantu menarik konsumen hingga membantu mengembangkan bisnis.

Konsep yang Anda gunakan dalam membuka kedai kopi akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan bisnis.
Misalnya, Anda mengusung konsep minimalis, maka menu kopi yang dibuat juga harus berkonsep minimalis, namun dengan beragam beans coffee pilihan dari penjuru nusantara yang di roasting (sangrai) melalui tangan ahli dalam bidang kopi dapat memenuhi hasrat para “tukang ngopi” para pelanggan disini menyebutnya, khususnya dari lampung.
Apapun konsep yang digunakan, Anda tetap harus mengedepankan kenyamanan, Apalagi kebanyakan orang menikmati kopi saat bersantai.



Berawal dari sebuah cafe yang menyajikan makanan ringan hingga makanan khas berbagai daerah, Mama cafe kini mengembangkan bisnisnya merambah kedunia kopi yang disajikan dengan konsep mini caffe.

JE’KOFFIE, berdiri sekitar Thn 2019, 14 tahun setelah berdirinya MAMA CAFE RESTO yang telah lebih dulu berkecimpung dalam dunia kuliner ini bertempat di Jln pala Kampung Banten 15 a Kota Metro, cafe yang menyajikan kopi lewat keahlian seorang Barista (peracik kopi) bisa dibilang sudah menemui titik keberhasilannya.
Menurut Jerry selaku owner dari JE’KOFFIE dan MAMA CAFE RESTO ini setiap harinya selalu ramai dan sudah mempunyai banyak pelanggan, kebanyakan anak – anak muda, yang tua juga ada sih, bahkan tamu dari luar kota seperti dari Bandung, Bogor, Tangerang, Bandar Lampung dan sekitarnya yang penasaran dengan berita konsep sederhana yang diusung para “Tukang Seduh” bukan Barista begitu mereka menyebut diri mereka secara low profile.
sedangkan sebagian besar para pelanggan juga tahu bahwa sang owner sebenarnya sudah belajar tentang kopi sejak 10 tahun yang lalu, namun belum percaya diri untuk membuka khusus kedai kopi,karena baginya 10 tahun saja belum cukup untuk mendalami dan belajar tentang dunia perkopian.
Saat di tanya soal omset ia hanya tersenyum, takutnya nanti banyak yang kepingin sambil tertawa ujar,”Jerry.

Barista atau pelayan bar adalah ujung tombak sebuah coffee shop, terutama dalam menentukan cita rasa kopi yang akan dinikmati oleh pelanggannya, Selain rasa minuman, aksi mereka juga bisa menjadi hiburan.
Beberapa cafe menempatkan meja bar di tengah ruangan agar pelanggan bisa melihat aksi sang peracik, yang lebih unik Je’Koffie justru menempatkan meja bar-nya didepan halaman parkir.
Dan karena itu keterampilan dalam menggunakan segala macam alat seduh dapat dilihat dari pinggir jalan saat kita melintasi tempat tersebut.



Ada begitu banyak keunikan selain dari event-event yang disuguhkan sebagai fasilitas entertainment pastinya lebih dikejutkan dengan para Barista Perempuan yang juga ahli dalam meracik kopi, karena pengunjung penikmat kopi disini sebagian adalah perempuan-perempuan penikmat kopi, pengunjungpun di suguhkan dengan permainan-permainan unik seperti catur, gaple, congklak dan sebagainya, masih penasaran dengan kejutan lainnya ? Anda dapat langsung mengunjungi kedai tersebut yang hanya buka dimalam hari sementara ini.

ig @je’koffie

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here