LAMTENG – Harga burung Love Bird (LB) terus menurun selama setahun terakhir. Kendati demikian, burung impor itu tetap diminati para penggemarnya. Bahkan beberapa tahun belakangan ini, potensi ternak burung berparuh bengkok itu pun makin diminati.

Namun seiring berjalannya waktu, peternak love bird ternyata begitu menjamur. Salah satu peternak burung lovebird terbesar di seputaran Lamteng dan Metro (Ayah Budi) yang terkenal sebagai peternak love bird warna istimewa yang beralamat di 12b Kel. Tempuran Kec. Trimurjo Kab. Lamteng.

Foto peternak (Ayah Budi)

Untuk para peternak burung love bird tergolong mudah karena tidak memerlukan penjemuran yang rutin dan perawatan yang mudah serta pakan yang terjangkau, peternak love bird juga memiliki tantangan lain, yakni masa reproduksi yang jauh lebih lama dibanding Kenari dan burung lain. Selain itu, sebagian love bird juga memiliki kecenderungan agresif, bahkan terhadap anaknya.

Foto koloni burung lovebird


Foto lovebird produksi

Tantangan itu terbukti mudah diatasi ayah Budi sebagai peternak lovebird berpengalaman.

Penurunan harga burung pun diduga terjadi akibat tingginya penawaran dibanding permintaan, Anjloknya harga love bird ternyata menjadi kesempatan tersendiri bagi para penghobi.

Pasalnya hanya dengan sedikit merogoh kocek saja, kini burung love bird sudah dapat dibawa pulang. Sebelumnya love bird jenis tertentu hanya dapat dinikmati oleh orang-orang berada.

“Ya mungkin bagi peternak merugikan, namun bagi penghobi jelas menguntungkan. Saat inilah waktu yang tepat untuk mengoleksi burung love bird warna dari berbagai jenis,” katanya di rumahnya, Selasa (11/02/2020).

Ayah Budi mengatakan ia yang telah malang melintang di dunia perburungan menegaskan harga burung memang selalu naik turun.

Pada masa turun, bagi para penghobi masa harga turun inilah dapat menjadi kesempatan emas untuk belanja, namun turunnya harga sangat berpengaruh bagi peternak kecil. Terlebih jika hal itu menjadi ladang penghasilan utama.

“Untuk tahun sekarang karena di Lamteng dan seputaran Kota Metro harganya sudah anjlok. Ada beberapa peternak yang sudah gulung tikar,” ungkapnya.

Ayah Budi menjelaskan, harga anakan love bird untuk jenis pastel hijau (Pasjo) dulu mencapai Rp 250.000 namun kini hanya Rp 90.000.

Untuk burung jenis hijau standar (Josan) dulu Rp 225.000 kini hanya Rp 50 ribu, untuk pastel kuning (Paskun) dulu Rp 300.000 dan kini Rp 100.00p ribu, putih albino dulu 1.500.000 kini hanya 300.000, Sedangkan love bird warna biola dulu Rp 7.000.000, kini hanya Rp 1.000.000 dan biasanya harganya akan naik kembali,”jelasnya.

Fotto lovebird warna istimewa



“Ya begitulah kalau beternak burung, harganya tidak selalu stabil. Dulu harga pernah naik, kemudian turun, naik lagi dan kini turun lagi tetapi saya tetap bertahan karena disinilah hobi dan kecintaan saya terhadap burung Lovebird,” ujarnya.

Bagi peternak besar, saat harga turun tidak akan menjadi kendala. Mereka akan mampu bertahan untuk menunggu harga kembali naik. Yang menjadi harapan saya semoga kedepannya harga burung lovebird kembali normal dan stabil,”Harapnya.

Phone Number (082377614950)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here