09/02/2020

Balikpapan – Kurang lebih dari 30 desainer baik lokal maupun nasional menampilkan koleksi terbaru dalam memeriahkan Balikpapan fashion Week Akbar pertama dan terbesar di Balikpapan 2020.

Ajang ini bertempat di Pentacity, E Walk dan Grand Jatra hotel Balikpapan yang diselenggarakan dalam rangka HUT Kota Balikpapan ke 123 tahun. Balikpapan Fashion Week yang pertama dan menjadi ajang fashion tahunan di kota Balikpapan mengambil tema cross culture dengan mengambil inspirasi dari keberagaman budaya suku dan adat istiadat di kota balikpapan. Seluruh kemasan dibuat mewakili konsep balikpapan yang meliputi tata panggung, fashion show serta kepesertaan pameran akan diarahkan pada penguatan identitas Kalimantan Timur.

Foto para designer nasional


Selain melibatkan puluhan designer lokal Balikpapan seperti Batik,  Rumah Ampiek,  Balikpapan Fashion Week 2020 juga menghadirkan designer kenamaan dari Jakarta seperti Agnes Budhisurya,  Ida Royani, Naniek Rachmat dan Laudya Chintya Bella juga beberapa designer Jawa Timur dan Jawa Barat. 

“Mereka membawa rancangan terbaru dan belum pernah ditampilkan diajang manapun. Nanti akan dirayakan. Hasil karya ada di Pentacity, ” kata Deputi GM BSB Balikpapan Melvi Mergan.

“Hasil penjualan ini juga ada yang diberikan untuk disumbangkan ke BOS (Balikpapan Orang Utan Survival),” ungkapnya. 

Designer senior yang hadir dalam keterangan Pers, Agnes Budhisurya mengatakan konsep yang diusung pada BFW 2020 adalah Borneo. 

“Disini lengkap hutan, flora fauna,  orang utan. Termasuk juga dengan anggrek hitam. Kita wujudkan dalam design. Black orchid  khas Kalimantan,Mungkin ada yang belum tau ada warna hijau, ungu, coklat hitam. Kebetulan saya pelukis bunga. Dan Jadi saya sajikan yang lain,” jelasnya. 

Designer Ida Royani bersyukur bisa terlibat dalam even Balikpapan Fashion Week 2020. Dia masih banyak menggali lebih banyak produk unggulan fashion Balikpapan. Diantaranya 

Foto designer Ida Royani


“Saya lebih ke Tenun yang sudah ada seperti NTT, Batak. Saya Bersyukur bisa hadir ikut disini. Ini kesempatan untuk menampilkan siapa lagi yang akan menampilkan produk unggul lokal kita kalau bukan designer” katanya. 

Lanjutnya Balikpapan sebagai Ibukota memang masih belum populer  karena itu harus dipopulerkan  Kalimantan baik bahan, budaya atau lainnya. 

“Jadi Ibukota akan banyak dunia melihat kita karena itu harus mampu tampil lebih baik,” tambahnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here