Metro Barat, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro hari ini (05/02/2020) melakukan penyuluhan kepada para petani di Kelurahan Ganjar Agung tepatnya berada di rumah Pengurus Kelompok Tani Bumi Kencana, Bapak Heni Dwi Atmoko. Pada penyuluhan kali ini Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro melalui PUPT menyampaikan beberapa hal yang dapat membantu petani dalam menjalani Percepatan Musim Tanam 1 yang akan dimulai sebentar lagi.

Informasi pertama yang diberikan yaitu bahwa Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro mempercepat Musim Tanam 1 atau biasa disebut Rendeng di Kecamatan Metro Barat. Percepatan ini dilakukan karena Kecamatan Metro Barat akan mendapatkan Musim Tanam 2 atau biasa disebut Gadu. Agar hal itu tercapai maka dilakukan percepatan pada MT 1. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro melalui Koordinator PUPT  (Pengamat Organisme Penyakit Tanaman) menyampaikan bahwa aliran air akan mulai masuk dimulai tanggal 1 Februari 2020 hingga akhir Mei 2020. Diharapkan agar para petani segera menyiapkan semaian benih padi untuk disebar di sawah selambat-lambatnya akhir Februari 2020.

Informasi kedua dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro melalui PUPT yaitu menganjurkan para petani agar menggunakan varietas yang direkomendasikan agar terhindar dari serangan hama. “Penyebab masih timbulnya hama (wereng) adalah karena masih banyaknya para petani yang menggunakan varietas yang diluar anjuran. Saya menemukan 10 varietas yang diluar anjuran. Varietas-varietas tersebut adalah varietas yang disukai oleh hama (wereng). Untuk itu kami dari dinas menganjurkan untuk menggunakan varietas Inpari 32, Inpari 33 dan Inpari 42. Inpari ini merupakan varietas yang tidak disukai wereng”, tutur Bapak Slamet Santoso, Koordinator PUPT Kota Metro.

(Koordinator PUPT Kota Metro, Bapak Slamet Santoso)

Koordinator PUPT juga mengingatkan para petani agar menjaga ekosistem/lingkungan di sawah agar tanaman padi dapat bertahan hingga saat panen tiba., “Tahan atau tidak tahan tanaman juga harus diperhatikan ekosistem/lingkungannya. Apabila ekosistemnya sudah dirusak oleh kita walaupun itu varietas tahan wereng/tikus juga akan habis tanamannya. Ada atau tidaknya wereng/hama  itu berasal dari perilaku petani sendiri, petani harus bijak dalam menyemprot tanaman padi agar tidak merusak musuh alami hama. Para Petani harus bisa lebih bijak dalam merawat tamanan dan lahan sawahnya supaya mendapatkan hasil panen yang baik”, imbuhnya.

Bapak Slamet Santoso Juga mengatakan, “Pupuk organik menjadi cikal bakal media tumbuh tanaman ada di tanah. Kalau media tumbuh tidak sehat maka pertumbuhan tanaman menjadi tidak optimal. Artinya pupuk organik juga penting digunakan. Jerami padi dapat menjadi salah satu contohnya karena mengandung banyak unsur yang dibutuhkan oleh tanah. Oleh karena itu diharapkan para petani untuk tidak membuang atau menjual jerami padi.”

Selain menjaga ekosistem dan menggunakan pupuk organik, para petani juga di harapkan untuk menambah nutrisi tanaman menggunakan pupuk selain yang berasal dari subsidi pemerintah agar mendapatkan hasil panen yang lebih berbobot salah satunya yaitu menggunakan pupuk KCL. “Untuk mencapai tanaman sehat kita tidak bisa hanya mengandalkan pupuk SP dan Urea saja. Walaupun nanti tanamannya gemuk tapi rendemennya rendah. Rendemen padi adalah hasil akhir dari gabah menjadi beras. Akan terlihat saat menggunakan hasilnya akan berbeda saat menggunakan KCL atau tidak. Yang menggunakan KCL selisihnya sekitar 5-10 kg per-kwuintal dari yang tidak menggunakan KCL”, jelasnya.

Dengan adanya informasi dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro diharapkan para petani menjadi lebih siap dalam menghadapi Musim Tanam 1 atau Rendeng. Penyuluhan ini juga berguna untuk membuka wawasan kepada para petani dalam hal mengelola tanaman dan ekosistem sawah agar mendapatkan hasil panen yang sesuai. Diharapkan juga hasil tersebut dapat menjaga kestabilan pangan serta meningkatkan kualitas hidup para petani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here