Lampung Timur, 11/01/2020

Banyaknya masyarakat yang mengeluh akan Infrastruktur yang tak kunjung di benahi oleh pemerintah Lampung Timur yang terjadi tepatnya Di wilayah Purbolinggo.

Banyaknya jalan yang berlubang sangat parah hingga membuat para pengguna jalan diwilayah Purbolinggo dan sekitarnya harus berhati-hati untuk memilih jalan mana yang layak untuk dilalui, atau setidaknya meminimalisir kendaraan untuk melewati jalan yang lubangnya tidak terlalu parah dan dipenuhi dengan genangan air yang ber-akibat kepada rentanya terjadi lakalantas.

Photo By: lampung.tribunnews.com


Keluhan masyarakat yang sudah di sampaikan dari tahun ketahun sebelumnya tidak juga menemukan hasil, Infrastruktur jalan yang jelas-jelas menjadi penunjang mobilitas perekonomian masyarakat Lampung timur yang selama ini menjadi jembatan mengalirnya kehidupan rakyat menuju pasar ataupun tempat-tempat dimana hidupnya ekonomi justru berubah menjadi hambatan dan rintangan yang harus dilalui, akankah perekonomian di wilayah tersebut bisa maju, jika aset jalan satu-satunya sudah sulit untuk dilewati.

Menurut keterangan dari salah satu warga Purbolinggo Lampung Timur yaitu Bpk. Ade, Beliau menjelaskan bahwa kerusakan jalan ini bisa dirasakan dari wilayah Bumi Jawa sampai masuk pasar Tanjung intan, “Kami masyarakat yang hendak pergi kepasar membawa hasil panen hingga saat ini benar-benar kesulitan dengan jalan yang saat ini semakin parah, apa lagi kalau ada keluarga kami yang sakit, Ibu hamil dan anak-anak selalu telat masuk kesekolah, jelas semua ini sangat menyulitkan bagi warga kami disini”, terang warga Totoharjo tersebut.

“Sudah beberapa kali pergantian pemerintahan tetap saja tidak ada perubahan, mereka hanya berjanji tapi tidak ada yang pernah menepati”.Ttutur Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani tersebut.

Desa salah satu kekuatan ekonomi negara, hasil perkebunan, pertanian, maupun perikanan sangat dibutuhkan oleh seluruh masyarakat, dengan Infrastruktur yang baik maka perekonomian pun menjadi baik.

Penyalahgunaan APBD, jabatan ataupun kekuasaan akan berakibat fatal untuk masyarakat dan wilayah itu sendiri.

Bahkan pemerintah sudah menjelaskan soal alokasi dana untuk infrastruktur pada Tahun 2014 dari Rp 177 triliun dan di tahun 2017 meningkat menjadi Rp 401 triliun, peningkatan anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, pelabuhan Kuala Tanjung Sumatera Utara dan diaharapkan dapat meningkatkan pembangunan jalan-jalan Desa-desa diseluruh Indonesia, tujuan pembangunan infrastruktur itu dilakukan untuk meningkatkan per-ekonomian masyarakat bawah khususnya sehingga mampu meningkatkan daya saing kita agar menjadi lebih baik dari Negara lain.

Persoalan yang sedang di hadapi masyarakat Lampung Timur khususnya wilayah Purbolinggo dan sekitarnya, adalah Pekerjaan rumah bagi pemerintahan Daerah agar lebih memperhatikan dan peka terhadap lingkungan masyarakatnya itu sendiri terutama pada desa-desa yang hingga saat ini belum tersentuh kasih sayang dan lembutnya tangan penguasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here